Sabtu, 17 Maret 2012

Subagio Sastrowardoyo: Riwayat dan Karyanya


Gambar diambil dari halaman ini

Subagio Sastrowardoyo dilahirkan di Madiun, Jawa Timur tanggal 1 Februari 1924. Ia meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 18 Juli 1996 dalam usia 72 tahun.
Subagio, yang menyelesaikan SMA di Yogyakarta,  pada tahun 1958 menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada dan tahun 1963 meraih gelar M.A. dari Universitas Yale, Amerika Serikat.
Subagio pernah mengajar di Fakultas Sastra, UGM (1958—1961). Ia juga pernah mengajar di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung (1966—1971). Selanjutnya, ia sempat mengajar di Australia sampai tahun 1981. Subagio juga sempat menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1982—1984) dan pernah menjabat sebagai Direktur Penerbitan PN Balai Pustaka milik pemerintah.
Walaupun Subagio menulis cerpen, puisi, esai dan kritik sastra, ia lebih dikenal sebagai seorang penyair. Awal popularitasnya dalam puisi adalah ketika kumpulan puisinya “Simphoni” terbit di Yogyakarta pada tahun 1957. Buku kumpulan puisinya yang terakhir adalah “Dan Kematian Makin Akrab” yang terbit tahun 1995.


Beberapa buku yang ditulis oleh Subagio Sastrowardoyo 



SAJAK

Apakah arti sajak ini
Kalau anak semalam

batuk-batuk,

bau vicks dan kayuputih
melekat di kelambu,
Kalau istri terus mengeluh
tentang kurang tidur, tentang
gajiku yang tekor buat
bayar dokter, bujang dan makan

sehari,

Kalau terbayang pantalon
sudah sebulan sobek tak

terjahit.

Apakah arti sajak ini
Kalau saban malam aku lama

terbangun:

Hidup ini makin mengikat dan

mengurung.

Apakah arti sajak ini:
Piaraan anggerek tricolor di

rumah atau

pelarian kecut ke hari akhir?

Ah, sajak ini,
mengingatkan aku kepada langit

dan mega,

Sajak ini mengingatkan kepada

kisah dan keabadian.

Sajak ini melupakan aku kepada

pisau dan tali

Sajak ini melupakan kepada

bunuh diri.



Teks ditulis oleh Manaek Sinaga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar